Judul: Bacaan Liar - Budaya dan Politik pada Zaman Pergerakan
Penulis: Razif
Buku Bacaan Liar: Budaya dan Politik pada Zaman Pergerakan karya Razif menelusuri peran literatur yang dicap “bacaan liar” oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda—yakni koran, pamflet, dan karya sastra radikal—sebagai sarana perlawanan intelektual dan politik kaum pergerakan awal abad ke-20. Melalui analisis konteks produksi, distribusi, dan penerimaan bacaan ini, Razif menunjukkan bagaimana teks-teks yang ditulis tokoh seperti Marco Kartodikromo, Semaoen, dan Tirto Adhi Soerjo menjadi medium penting dalam membangkitkan kesadaran kelas, menyebarkan ide sosialisme, dan membangun solidaritas rakyat tertindas. Bacaan tersebut, meski dianggap rendah dari sisi estetika oleh sebagian pengamat, justru memiliki kekuatan politis yang efektif dalam melawan hegemoni kolonial dan membentuk budaya perlawanan.





