Judul: Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman
Penulis: KH. Fahmi Basya
Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman karya KH. Fahmi Basya menghadirkan gagasan kontroversial bahwa Candi Borobudur bukanlah warisan Dinasti Syailendra atau agama Buddha, melainkan peninggalan Nabi Sulaiman dan Ratu Saba’ sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an. Dengan pendekatan sains Al-Qur’an dan Matematika Islam, penulis menyajikan sekitar 40 bukti yang dianggap mendukung teorinya—mulai dari analisis struktur Borobudur hingga klaim penemuan artefak bernuansa Islami di sekitar Yogyakarta. Buku ini memicu diskursus hangat di kalangan akademisi dan masyarakat, karena menawarkan interpretasi alternatif sejarah nusantara yang sarat makna spiritual sekaligus menuai kritik atas metodologi dan kecenderungan cocokloginya.